Bitcoin Turun ke USD63 Ribu, Sentimen Pasar Makin Tertekan

Bitcoin Turun ke USD63 Ribu, Sentimen Pasar Makin Tertekan - KabarTeknologi.com

Harga Bitcoin kembali melemah hingga berada di kisaran USD63 ribu pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026. Penurunan aset kripto terbesar tersebut terjadi ketika pelaku pasar semakin berhati-hati terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian terkait akses pelayaran di Selat Hormuz.

Bitcoin tercatat turun 0,5 persen menjadi USD63.658,6. Tekanan terhadap pasar kripto muncul bersamaan dengan berkurangnya optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Situasi geopolitik menjadi perhatian investor karena ketidakpastian di kawasan Timur Tengah dapat memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko. Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar cenderung meningkatkan kewaspadaan terhadap instrumen yang memiliki volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin.

Selain faktor geopolitik, tekanan terhadap harga Bitcoin juga berasal dari aktivitas penjualan oleh Strategy, perusahaan yang dikenal memiliki salah satu kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Strategy pada Senin mengumumkan telah melepas 1.690 Bitcoin dengan nilai sekitar USD109 juta. Transaksi tersebut menjadi aksi penjualan Bitcoin kelima yang dilakukan perusahaan sepanjang 2026.

Pada saat yang sama, Strategy memperoleh dana sekitar USD653,1 juta melalui penjualan 6,69 juta saham biasa. Dana tersebut digunakan untuk membeli kembali sekitar 1,15 juta saham preferen perusahaan dengan kode STRC.

Langkah tersebut dilakukan ketika Strategy terus mengelola kebutuhan likuiditas perusahaan, termasuk kewajiban utang dan pembayaran dividen. Sebagian besar pembelian Bitcoin yang dilakukan perusahaan sebelumnya juga dibiayai melalui penerbitan surat utang dan saham preferen.

Meski melepas sebagian kepemilikannya, Strategy masih menguasai sekitar 840.447 Bitcoin setelah transaksi tersebut. Besarnya posisi perusahaan membuat setiap perubahan kepemilikan Strategy menjadi perhatian pelaku pasar kripto.

Pergerakan Bitcoin selanjutnya masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik, terutama situasi di sekitar Selat Hormuz, serta keputusan investor terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian pasar global.

About The Author