
Sebagai salah satu aplikasi pembelajaran bahasa paling populer di dunia, Duolingo dikenal karena pendekatan gamifikasi yang dirancang untuk meningkatkan motivasi belajar. Namun, beberapa fitur terbaru justru memicu perdebatan di kalangan pengguna setianya.
Salah satu yang paling banyak dikeluhkan adalah sistem XP Boost, termasuk pengganda poin dua kali atau tiga kali lipat yang aktif secara otomatis setelah pengguna menyelesaikan pelajaran tertentu. Banyak pengguna menilai sistem tersebut memaksa mereka untuk langsung melanjutkan sesi belajar agar tidak kehilangan manfaat bonus yang diberikan.
Kritik utama muncul karena pengguna tidak memiliki opsi untuk menyimpan sebagian besar XP Boost tersebut untuk digunakan di waktu lain. Akibatnya, proses belajar yang semula santai berubah menjadi aktivitas yang terasa terburu-buru demi memaksimalkan poin yang tersedia dalam waktu terbatas.
Sejumlah pengguna mengungkapkan bahwa tekanan untuk memanfaatkan bonus XP dapat mengurangi fokus pada pemahaman materi. Mereka merasa lebih terdorong mengejar poin dibandingkan benar-benar mempelajari bahasa yang sedang dipelajari.
Selain persoalan ritme belajar, fitur ini juga menimbulkan perdebatan terkait sistem peringkat atau Leagues di Duolingo. Beberapa anggota komunitas pengguna berpendapat bahwa sebagian peserta memanfaatkan bonus XP secara strategis untuk melonjak drastis di papan peringkat, sehingga menciptakan persaingan yang dianggap kurang seimbang.
Fenomena tersebut memunculkan diskusi lebih luas mengenai keseimbangan antara gamifikasi dan tujuan pendidikan. Banyak pengguna mendukung unsur permainan sebagai motivasi tambahan, tetapi berharap fitur tersebut tidak mengorbankan pengalaman belajar yang sehat dan berkelanjutan.
Bagi pengguna yang ingin mengurangi tekanan kompetitif, tersedia beberapa opsi. Salah satunya adalah menjadikan akun bersifat privat melalui versi web Duolingo, yang secara otomatis menonaktifkan partisipasi dalam sistem Leagues.
Pengguna juga dapat memanfaatkan hadiah tertentu dari Friend Quest yang memungkinkan bonus disimpan terlebih dahulu dan diklaim melalui toko aplikasi pada waktu yang lebih sesuai dengan jadwal belajar masing-masing.
Kontroversi seputar XP Boost menunjukkan tantangan yang dihadapi platform pembelajaran digital dalam menyeimbangkan motivasi pengguna dengan kualitas proses belajar. Di tengah popularitas gamifikasi, banyak pengguna berharap Duolingo dapat memberikan kontrol yang lebih besar agar pengalaman belajar tetap efektif, nyaman, dan sesuai kebutuhan individu.






