Otorita IKN Gandeng PNM Perkuat UMKM dan Ekonomi Masyarakat

Otorita IKN Gandeng PNM Perkuat UMKM dan Ekonomi Masyarakat - KabarTeknologi.com

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menjalin kolaborasi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memperkuat pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan IKN. Kerja sama tersebut difokuskan pada peningkatan akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro agar masyarakat lokal dapat berperan aktif dalam pembangunan ibu kota baru.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan kawasan Nusantara harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Karena itu, pemerintah ingin memastikan warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menikmati peluang ekonomi yang tercipta.

Menurut Basuki, dukungan pembiayaan dan pendampingan usaha menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing pelaku usaha lokal di tengah pesatnya pembangunan kawasan IKN.

“Pendanaan investasi, termasuk pemberdayaan UMKM, sangat membutuhkan intervensi PNM,” ujarnya di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin.

Otorita IKN mencatat terdapat 4.767 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di wilayah delineasi IKN. Mereka tersebar di Kecamatan Sepaku, Muara Jawa, Loa Janan, Loa Kulu, Samboja, Samboja Barat, hingga Sanga-Sanga.

Data tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam menyusun program penguatan kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan, sekaligus menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Direktur PT PNM Dradjad Hari Wibowo menyatakan pihaknya siap mendukung target pembangunan IKN, termasuk mewujudkan kawasan yang bebas dari kemiskinan pada 2035.

Menurutnya, terdapat banyak peluang kerja sama antara PNM dan Otorita IKN, khususnya dalam memperkuat ekonomi keluarga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar ibu kota baru.

PNM selama ini memiliki pengalaman dalam pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro melalui dua program utama, yakni Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Program ULaMM memberikan pembiayaan bagi usaha mikro yang membutuhkan tambahan modal untuk berkembang, sedangkan Mekaar difokuskan pada pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro melalui pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan usaha.

Dradjad menjelaskan pendekatan PNM berbeda dengan lembaga perbankan pada umumnya. Selain menyediakan akses pembiayaan, perusahaan juga memberikan pendampingan berkelanjutan agar pelaku usaha mampu mengembangkan bisnisnya secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, Otorita IKN berharap pelaku UMKM lokal semakin siap menghadapi pertumbuhan ekonomi di kawasan Nusantara. Penguatan sektor usaha mikro juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mempercepat pemerataan manfaat pembangunan ibu kota negara yang baru.

About The Author