Indonesia dan India Perkuat Kemitraan AI untuk Masa Depan Digital

Indonesia dan India Perkuat Kemitraan AI untuk Masa Depan Digital - KabarTeknologi.com

Indonesia dan India memasuki babak baru kerja sama bilateral dengan memperluas hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun ke bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kedua negara berupaya membangun ekosistem digital yang lebih kuat melalui kolaborasi di bidang riset, pengembangan talenta, infrastruktur digital, dan inovasi teknologi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan hubungan historis Indonesia dan India yang dahulu terjalin melalui jalur perdagangan rempah-rempah kini berkembang menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada AI dan ekonomi digital.

Saat berbicara dalam acara “An Overview of the AI Roadmap of Indonesia” di Jakarta Selatan pada Jumat, Nezar menyebut India sebagai mitra alami karena keberhasilannya membangun infrastruktur digital publik. Sementara itu, Indonesia memiliki keunggulan berupa populasi muda yang besar, sumber daya strategis yang melimpah, serta peluang luas dalam penerapan teknologi AI.

“India dan Indonesia bukanlah pesaing yang berjalan di jalur AI yang sama. Justru, kedua negara saling melengkapi,” ujar Nezar.

Ia menjelaskan bahwa AI Roadmap Indonesia yang baru diperkenalkan menjadi landasan kebijakan untuk mengubah kerja sama bilateral menjadi berbagai program nyata.

Menurut Nezar, Indonesia ingin menjadi lebih dari sekadar pasar bagi produk AI global. Pemerintah kini memprioritaskan investasi pada pengembangan perangkat lunak, peningkatan kapasitas komputasi, pembangunan pusat data (data center), serta pengembangan talenta digital guna memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem AI dunia.

“Selama ini, perlombaan AI global sering kali memandang negara seperti Indonesia hanya sebagai pasar untuk menjual produk AI, bukan sebagai tempat lahirnya inovasi AI. Kami dengan tegas menolak pola pikir tersebut,” tegasnya.

Nezar juga menyoroti berbagai keunggulan kompetitif Indonesia, seperti cadangan nikel dan mineral kritis lainnya yang melimpah, jumlah penduduk usia produktif yang besar, serta posisi geografis yang strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Momentum penguatan kerja sama ini semakin diperkuat setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia, yang menghasilkan penandatanganan 16 perjanjian kerja sama bilateral baru antara kedua negara.

Sejumlah agenda prioritas dalam kerja sama tersebut meliputi pengembangan ekonomi digital, integrasi sistem pembayaran digital, serta pengembangan inisiatif Indonesia Open Network sebagai fondasi kolaborasi AI di masa depan.

Ke depan, Nezar mendorong terjalinnya kemitraan yang lebih erat melalui program pertukaran peneliti AI, kolaborasi startup teknologi, serta peningkatan investasi riset dan pengembangan (Research and Development/R&D) oleh perusahaan-perusahaan teknologi asal India di Indonesia.

Ia juga mengajak Indonesian Chamber of Commerce in India (IndCham) untuk membantu mengidentifikasi perusahaan teknologi informasi dan startup AI asal India yang bersedia membangun pusat riset dan pengembangan di Indonesia, bukan sekadar membuka kantor penjualan.

Nezar kembali menegaskan komitmen Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memastikan kerja sama digital Indonesia dan India memberikan manfaat nyata bagi kedua negara sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

About The Author