
Pemerintah Indonesia dan India menyepakati 16 dokumen kerja sama strategis dalam pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7). Kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pertahanan, mineral, antariksa, pertanian, kesehatan, hingga proyek industri yang melibatkan badan usaha milik negara (BUMN) baru di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Salah satu kerja sama yang menjadi perhatian adalah penandatanganan nota kesepahaman antara PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) dengan Midwest Limited terkait pengembangan Non-Ferrous Materials Technology Development Centre. Perminas merupakan BUMN baru yang berada dalam ekosistem Danantara dan diproyeksikan menjadi motor pengembangan industri mineral strategis nasional. Selain itu, PT Krakatau Steel (Persero) juga menjalin strategic joint venture dengan Steel Authority of India untuk memperkuat industri baja kedua negara.
Di sektor pertahanan, Indonesia dan India menandatangani kontrak pengadaan sistem rudal BrahMos antara Kementerian Pertahanan dan BrahMos Aerospace Limited. Kesepakatan lainnya mencakup kerja sama pengembangan rudal udara-ke-udara antara Bharat Dynamics dan Republic Corp. Pemerintah menilai kolaborasi tersebut akan memperkuat kemampuan industri pertahanan sekaligus meningkatkan transfer teknologi antara kedua negara.
Selain proyek industri dan pertahanan, kedua negara memperluas kemitraan di bidang penelitian antariksa melalui perpanjangan kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Indian Space Research Organisation (ISRO). Indonesia dan India juga memperbarui kerja sama keselamatan maritim, penanggulangan bencana, pertanian, telekomunikasi, teknologi digital, regulasi produk medis, penelitian dan inovasi, hingga konservasi serta restorasi Kompleks Candi Prambanan. Di sektor kesehatan, kedua negara menyepakati pengaturan pelaksanaan kolaborasi tenaga kesehatan sebagai bagian dari penguatan kerja sama layanan medis.
Kesepakatan lain turut mencakup pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pemilu serta kerja sama pendidikan melalui nota kesepahaman antara Indian Institute of Management Bangalore dan PT Inteligensia Grahatama. Pemerintah berharap berbagai dokumen yang telah ditandatangani tidak hanya mempererat hubungan diplomatik, tetapi juga mendorong investasi, perdagangan, pengembangan industri, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kedua negara.
Pertemuan Prabowo dan Modi menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India ke Indonesia. Pemerintah menilai paket kerja sama tersebut mencerminkan semakin eratnya kemitraan strategis Indonesia dan India di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru di sektor-sektor bernilai tambah yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara.






