AS Larang Impor Robot Humanoid dan Inverter Demi Keamanan Nasional

AS Larang Impor Robot Humanoid dan Inverter Demi Keamanan Nasional - KabarTeknologi.com

Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah baru untuk memperketat pengawasan terhadap perangkat teknologi dengan melarang impor sejumlah produk, termasuk robot humanoid, robot anjing, dan inverter daya. Kebijakan tersebut diterapkan karena perangkat yang diproduksi di luar negeri dinilai berpotensi menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional.

Kebijakan tersebut diumumkan oleh **Federal Communications Commission> (FCC) pada Selasa (28/7) waktu setempat dan dilaporkan oleh TechCrunch pada Rabu (29/7/2026). Aturan baru itu menjadi bagian dari langkah pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur teknologi dan sistem komunikasi nasional.

Menurut FCC, sejumlah perangkat impor berpotensi dimanfaatkan untuk aktivitas yang mengancam keamanan negara. Risiko tersebut mencakup kemungkinan pengendalian perangkat dari jarak jauh oleh pihak asing, pemanfaatan teknologi untuk kegiatan pengawasan, hingga potensi penyalahgunaan dalam serangan siber yang menargetkan jaringan penting di Amerika Serikat.

Produk yang terdampak kebijakan ini meliputi robot humanoid, yaitu robot yang dirancang menyerupai bentuk dan gerakan manusia. Teknologi tersebut saat ini masih berada dalam tahap pengembangan awal, namun diperkirakan akan memiliki peran yang semakin besar di berbagai sektor pada masa mendatang, mulai dari industri hingga layanan publik.

Selain robot humanoid, larangan juga mencakup robot anjing yang banyak digunakan untuk kebutuhan inspeksi, keamanan, maupun penelitian, serta inverter daya, perangkat elektronik yang berfungsi mengubah arus listrik dan menjadi komponen penting dalam berbagai sistem energi.

Meski demikian, FCC menyatakan bahwa kebijakan tersebut tidak berlaku secara mutlak. Pemerintah Amerika Serikat tetap membuka peluang pemberian pengecualian apabila suatu produk dapat dibuktikan tidak menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional. Evaluasi akan dilakukan berdasarkan hasil penilaian risiko terhadap masing-masing perangkat.

Langkah ini mencerminkan semakin ketatnya kebijakan Amerika Serikat dalam mengawasi teknologi yang berasal dari luar negeri, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan siber, perlindungan data, serta potensi penyalahgunaan perangkat cerdas dalam era transformasi digital.

About The Author