Peretas Incar Pengguna Claude untuk Curi Token AI

Peretas Incar Pengguna Claude untuk Curi Token AI - KabarTeknologi.com

Pengguna layanan kecerdasan artifisial (AI) Claude dari Anthropic dilaporkan menjadi sasaran pencurian token melalui perangkat lunak berbahaya atau malware. Sejumlah pengguna berlangganan mengaku mendapati penggunaan token AI meningkat tanpa aktivitas yang mereka lakukan.

Token AI merupakan unit data yang diproses model kecerdasan artifisial selama proses pelatihan maupun inferensi. Token tersebut memungkinkan sistem AI menjalankan berbagai fungsi, termasuk menghasilkan informasi, melakukan prediksi, serta mendukung kemampuan penalaran.

Menurut laporan TechCrunch pada Selasa, kasus penggunaan token secara tidak wajar tidak hanya dialami oleh satu atau dua pengguna. Sejumlah pelanggan Claude juga melaporkan adanya lonjakan penggunaan kuota meskipun mereka tidak sedang menjalankan aktivitas berat melalui layanan tersebut.

Salah satu pengguna yang mengalami kejadian tersebut adalah Grant De Swardt, konsultan AI independen yang tinggal di East Sussex, Inggris. Ia menggunakan paket Claude Max 20x dan kemudian menyadari konsumsi token pada akunnya meningkat secara tidak biasa.

De Swardt bahkan menemukan penggunaan token tetap berlangsung ketika seluruh layanan yang terhubung dengan Claude telah dinonaktifkan. Dalam pemantauan yang lebih terkontrol, penggunaan token meningkat dari 45 persen menjadi 55 persen, meskipun ia tidak sedang melakukan pekerjaan menggunakan layanan tersebut.

“Dalam interval yang paling terkontrol, konsumsi token meningkat dari 45 persen menjadi 55 persen. Sementara saya tidak melakukan pekerjaan apa pun,” kata De Swardt.

Pengalaman tersebut kemudian dibagikannya melalui forum daring Reddit. Unggahan tersebut mendapat sekitar 80 komentar, dengan sejumlah pengguna lain mengaku mengalami kejadian serupa pada akun Claude mereka.

Beberapa anggota forum menyatakan akun Claude mereka melakukan aktivitas secara otomatis tanpa persetujuan pemilik. Dalam salah satu laporan, penggunaan kuota token meningkat drastis dari 0 persen menjadi 100 persen, meskipun pengguna mengaku tidak menjalankan layanan tersebut.

Pengguna lain melaporkan kuota token naik dari 0 persen menjadi 49 persen hanya dalam 12 menit. Menurut pengguna tersebut, aktivitas yang dilakukan pada Claude hanya berupa pencarian web dan tidak melibatkan proses penalaran tingkat lanjut.

Laporan-laporan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan akun dan perangkat pengguna layanan AI berlangganan. Jika akses akun berhasil diperoleh pihak tidak berwenang, token yang tersedia dapat digunakan tanpa sepengetahuan pemilik dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi pelanggan.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa meningkatnya ketergantungan terhadap layanan AI berbayar membuat keamanan kredensial dan perangkat pengguna menjadi semakin penting. Pengguna perlu memperhatikan aktivitas akun yang tidak biasa serta segera mengambil langkah pengamanan apabila menemukan penggunaan layanan yang tidak mereka lakukan.

About The Author