
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menilai pernyataan Prabowo Subianto terkait dolar Amerika Serikat disampaikan untuk menjaga ketenangan masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tekanan.
Sebelumnya, pernyataan Prabowo mengenai “rakyat desa enggak pakai dolar” menjadi sorotan publik setelah rupiah mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar AS.
Menurut sejumlah anggota DPR, pesan yang ingin disampaikan Presiden adalah agar masyarakat tidak panik menghadapi gejolak nilai tukar dan kondisi pasar global.
Mereka menilai pemerintah berupaya menjaga optimisme publik sekaligus menegaskan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari masih menggunakan rupiah.
Namun pengamat ekonomi mengingatkan bahwa fluktuasi dolar tetap berdampak tidak langsung terhadap masyarakat, termasuk di pedesaan, melalui kenaikan harga barang impor, biaya produksi, dan inflasi.
Pelemahan rupiah belakangan ini memang menjadi perhatian pasar seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik dan penguatan dolar AS.
DPR juga meminta pemerintah dan otoritas terkait terus menjaga stabilitas ekonomi nasional agar tekanan terhadap nilai tukar tidak semakin membebani masyarakat.
Selain itu, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar keuangan domestik.
Pengamat politik menilai pernyataan pejabat negara dalam situasi ekonomi sensitif memiliki pengaruh besar terhadap psikologi pasar dan persepsi publik.
Karena itu, komunikasi pemerintah dinilai perlu dilakukan secara hati-hati agar mampu menenangkan masyarakat tanpa mengabaikan realitas tantangan ekonomi yang sedang dihadapi.
