Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat (USITC) membuka penyelidikan terhadap Samsung Electronics, Apple, dan Google terkait dugaan pelanggaran paten pada perangkat elektronik yang menggunakan teknologi audio tertentu.
Penyelidikan tersebut diumumkan USITC melalui situs resminya pada Rabu. Langkah itu dilakukan setelah komisi menerima pengaduan dari BoomCloud 360 Inc., perusahaan teknologi yang berbasis di California, pada bulan sebelumnya.
Dalam pengaduannya, BoomCloud 360 menyatakan sejumlah produk yang dibuat oleh Samsung, Apple, dan Google menggunakan teknologi audio yang diduga melanggar klaim dalam tiga paten milik perusahaan tersebut.
Kasus ini berkaitan dengan produk elektronik yang menggunakan teknologi audio tertentu. Namun, pembukaan penyelidikan oleh USITC tidak dengan sendirinya menetapkan bahwa perusahaan-perusahaan yang disebut telah melakukan pelanggaran paten. Proses penyelidikan akan digunakan untuk menilai klaim yang diajukan dalam pengaduan tersebut.
BoomCloud 360 meminta USITC mengambil langkah terhadap produk yang menjadi objek pengaduan. Perusahaan tersebut mengajukan permintaan agar komisi melarang impor produk terkait ke Amerika Serikat sekaligus menghentikan penjualan dan distribusinya di pasar AS.
USITC merupakan lembaga federal yang antara lain menangani perkara perdagangan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran hak kekayaan intelektual, termasuk paten. Dalam prosesnya, komisi akan menilai bukti dan tanggapan dari pihak-pihak yang terlibat.
Samsung, Apple, dan Google diwajibkan memberikan tanggapan terhadap pengaduan tersebut paling lambat 20 hari setelah menerima pemberitahuan resmi mengenai penyelidikan.
Pembukaan perkara ini menambah perhatian terhadap aspek perlindungan paten dalam industri perangkat elektronik, khususnya ketika teknologi audio menjadi bagian dari fitur berbagai produk konsumen. Hasil penyelidikan nantinya akan menentukan langkah lebih lanjut terkait permintaan yang diajukan BoomCloud 360.




