Mulai 1 Juni, China Masukkan Algoritma AI sebagai Rahasia Dagang - KabarTeknologi.com

China mulai memberlakukan aturan baru perlindungan rahasia dagang yang memperluas cakupan perlindungan hingga mencakup algoritma kecerdasan buatan (AI), data, program komputer, dan kode sumber mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi besar dalam sistem perlindungan kekayaan intelektual China di era ekonomi digital.

Aturan tersebut diterbitkan oleh State Administration for Market Regulation (SAMR) dan menggantikan ketentuan lama yang telah berlaku sejak 1995. Reformasi ini disebut sebagai pembaruan paling signifikan dalam perlindungan rahasia dagang China dalam hampir tiga dekade.

Melalui regulasi baru ini, aset digital seperti data bisnis, algoritma AI, model teknologi, serta kode pemrograman kini diakui sebagai bagian penting dari rahasia dagang perusahaan yang layak memperoleh perlindungan hukum.

Pengamat teknologi menilai langkah tersebut menunjukkan semakin besarnya nilai strategis teknologi AI dalam persaingan ekonomi global. Algoritma kini dianggap sebagai aset utama yang dapat menentukan daya saing perusahaan di berbagai sektor industri.

Selain memperluas definisi rahasia dagang, regulasi baru juga memperkuat mekanisme penegakan hukum terhadap pelanggaran dan pencurian informasi teknologi yang bersifat rahasia. Pelanggar dapat menghadapi sanksi administratif, denda, hingga tindakan hukum lainnya.

Kebijakan ini hadir di tengah meningkatnya perhatian terhadap perlindungan teknologi AI, termasuk model pembelajaran mesin, basis data pelatihan, dan kode inti yang menjadi fondasi pengembangan sistem AI modern.

Pengamat ekonomi digital menilai perlindungan yang lebih kuat terhadap algoritma dapat mendorong perusahaan meningkatkan investasi riset dan pengembangan karena memiliki kepastian hukum yang lebih jelas atas inovasi yang mereka hasilkan.

Di sisi lain, sejumlah pihak juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara perlindungan kekayaan intelektual dan kebutuhan transparansi dalam pengembangan teknologi AI.

Dengan berlakunya aturan baru ini, China semakin memperkuat posisinya dalam membangun kerangka regulasi teknologi yang berfokus pada perlindungan aset digital dan inovasi strategis di tengah persaingan global sektor kecerdasan buatan.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis teknologi dan kontributor konten digital di Kabarteknologi. Ia memiliki minat yang besar terhadap teknologi terbaru, tren digital, dan inovasi. Jessie berkomitmen untuk menyajikan konten yang jelas, informatif, dan menarik agar pembaca tetap update di dunia teknologi yang terus berkembang.

By Jessie Evelyn Kartadjaja

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis teknologi dan kontributor konten digital di Kabarteknologi. Ia memiliki minat yang besar terhadap teknologi terbaru, tren digital, dan inovasi. Jessie berkomitmen untuk menyajikan konten yang jelas, informatif, dan menarik agar pembaca tetap update di dunia teknologi yang terus berkembang.