Instagram dan Facebook Terancam Denda Besar, Fitur Scroll Tanpa Batas Disorot Uni Eropa

Instagram dan Facebook Terancam Denda Besar, Fitur Scroll Tanpa Batas Disorot Uni Eropa - KabarTeknologi.com
Instagram dan Facebook Terancam Denda Besar, Fitur Scroll Tanpa Batas Disorot Uni Eropa - KabarTeknologi.com

Meta kembali menghadapi tekanan dari regulator Uni Eropa setelah Komisi Eropa mengeluarkan temuan awal yang menyatakan desain Facebook dan Instagram diduga melanggar Digital Services Act (DSA). Perhatian utama regulator tertuju pada sejumlah fitur yang dinilai mendorong perilaku adiktif, terutama di kalangan anak-anak dan pengguna yang rentan.

Dalam penyelidikan tersebut, Komisi Eropa menilai tiga fitur utama pada platform Meta berpotensi menciptakan kebiasaan penggunaan yang berlebihan, yakni infinite scrolling (scroll tanpa batas), autoplay (pemutaran otomatis), dan push notifications (notifikasi). Ketiga fitur itu disebut terus mendorong pengguna berinteraksi dengan aplikasi tanpa jeda sehingga meningkatkan risiko kecanduan digital.

Meski demikian, proses hukum belum berakhir. Meta masih memiliki kesempatan untuk memberikan tanggapan dan membela diri sebelum regulator mengambil keputusan final terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Apabila hasil penyelidikan membuktikan Meta melanggar DSA, perusahaan berpotensi dikenai sanksi finansial yang sangat besar. Berdasarkan ketentuan Uni Eropa, denda maksimum dapat mencapai 6 persen dari total pendapatan tahunan global perusahaan. Dengan pendapatan Meta yang dilaporkan mencapai sekitar USD200,97 miliar pada 2025, nilai sanksi maksimal berpotensi melampaui USD12 miliar.

Regulator menilai mekanisme scroll tanpa batas membuat pengguna terus mengonsumsi konten secara otomatis tanpa menyadari lamanya waktu yang dihabiskan. Sementara fitur autoplay dan notifikasi dinilai memperkuat dorongan untuk terus membuka aplikasi sepanjang hari.

Komisi Eropa juga menyoroti efektivitas fitur perlindungan yang selama ini disediakan Meta. Berdasarkan hasil evaluasi, pembatas waktu penggunaan (screen time) dinilai mudah dinonaktifkan oleh anak-anak. Di sisi lain, fitur kontrol orang tua dianggap belum ramah pengguna karena memerlukan pengaturan yang relatif rumit.

Selain itu, regulator menilai Meta belum memberikan respons yang memadai terhadap data internal mengenai tingginya aktivitas pengguna berusia di bawah umur, khususnya pada malam hari.

Sebagai bagian dari rekomendasi, Komisi Eropa meminta Meta mempertimbangkan perubahan desain aplikasi, termasuk menonaktifkan fitur scroll tanpa batas dan autoplay sebagai pengaturan bawaan. Regulator juga mendorong penerapan sistem pengelolaan waktu penggunaan yang lebih sederhana dan efektif guna meningkatkan perlindungan terhadap pengguna, terutama anak-anak.

About The Author