
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkenalkan sistem Nutri Level A, B, C, dan D sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kandungan gizi produk pangan dan mencegah konsumsi gula berlebih.
Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi yang lebih mudah dipahami konsumen saat memilih makanan dan minuman kemasan. Dengan adanya penanda Nutri Level, masyarakat diharapkan dapat lebih cepat mengenali kualitas gizi suatu produk sebelum membeli atau mengonsumsinya.
Secara umum, kategori Nutri Level A menunjukkan produk dengan profil gizi yang lebih baik, sementara Nutri Level D mengindikasikan produk yang perlu dikonsumsi secara lebih bijak karena kandungan tertentu seperti gula, garam, atau lemak yang relatif lebih tinggi.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang sering dikaitkan dengan pola makan kurang sehat, termasuk konsumsi gula berlebihan.
Pengamat kesehatan masyarakat menilai label yang sederhana dan mudah dibaca dapat membantu konsumen membuat keputusan yang lebih sehat saat berbelanja.
Konsumsi gula berlebih diketahui berisiko meningkatkan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme lainnya.
Selain memperhatikan label Nutri Level, masyarakat juga dianjurkan untuk tetap membaca informasi nilai gizi secara lengkap, termasuk kandungan kalori, gula, lemak, dan natrium pada kemasan produk.
Pemerintah berharap sistem pelabelan ini dapat mendorong perubahan perilaku konsumsi sekaligus memotivasi industri pangan untuk menghadirkan produk dengan komposisi gizi yang lebih baik.
Pengamat gizi menilai edukasi publik akan menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi Nutri Level agar masyarakat memahami makna setiap kategori dan menggunakannya sebagai panduan dalam memilih produk.
Dengan hadirnya Nutri Level A, B, C, dan D, konsumen diharapkan semakin mudah mengenali kualitas gizi produk serta mengambil langkah yang lebih bijak untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
