Fakta yang semakin menyayat hati terungkap dari lokasi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa, 28 April 2026. Kepala Basarnas Mohammad Syafii memastikan bahwa seluruh 14 korban meninggal dunia dalam tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL adalah perempuan.

Basarnas memastikan 14 korban tewas tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek seluruhnya adalah perempuan. Syafii juga memastikan saat ini tidak ada lagi korban yang ditemukan dalam proses pembersihan setelah operasi SAR dinyatakan selesai. 

Fakta ini sangat relevan dengan kronologi tabrakan yang terjadi. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek yang menghantam dari arah belakang menghujam tepat pada gerbong terakhir KRL yang pada saat itu adalah gerbong khusus perempuan. Gerbong tersebut mengalami kerusakan paling parah dengan lokomotif yang sampai merangsek masuk ke dalam badan gerbong.

Seluruh 14 jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk menjalani proses identifikasi lanjutan. Pihak KAI beserta aparat kepolisian mendampingi keluarga korban dalam proses identifikasi yang memerlukan data sidik jari, gigi, dan data biologis lainnya.

Operasi SAR yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, tim medis, dan petugas KAI berhasil diselesaikan pada pukul 08.00 WIB Selasa pagi. Proses evakuasi yang sangat hati-hati dilakukan mengingat kondisi gerbong yang remuk dan beberapa korban sempat terhimpit dalam posisi yang sulit dijangkau.

Website |  + posts

Efelem adalah seorang penggemar teknologi dan kontributor konten di Kabarteknologi. Dengan minat yang kuat pada tren digital, gadget, dan inovasi, Efelem berfokus menyajikan konten teknologi yang jelas, informatif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan.

By Efelem

Efelem adalah seorang penggemar teknologi dan kontributor konten di Kabarteknologi. Dengan minat yang kuat pada tren digital, gadget, dan inovasi, Efelem berfokus menyajikan konten teknologi yang jelas, informatif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan.