Lulusan STMM Diminta Jaga Integritas di Era Ledakan Konten AI

Lulusan STMM Diminta Jaga Integritas di Era Ledakan Konten AI - KabarTeknologi.com

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membuat produksi konten digital semakin cepat dan mudah. Namun, teknologi tersebut juga menghadirkan tantangan baru karena gambar, video, suara, hingga tulisan dapat dibuat menyerupai kenyataan meski tidak menggambarkan peristiwa sebenarnya.

Kondisi itu menjadi perhatian Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Boni Pudjianto. Ia meminta lulusan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta tidak hanya mengandalkan kemampuan teknologi dan kreativitas, tetapi juga menjadikan integritas sebagai prinsip dalam menghasilkan karya.

Pesan tersebut disampaikan Boni dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda STMM Yogyakarta Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus STMM Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu.

Menurut Boni, kemampuan membuat dan menyebarkan pesan membawa tanggung jawab besar. Kehadiran AI membuat masyarakat dapat menghasilkan berbagai bentuk konten dalam waktu singkat, sehingga kemampuan membedakan informasi faktual dengan hasil rekayasa menjadi semakin penting.

Ia menegaskan teknologi tidak dapat menggantikan pertimbangan moral manusia. Karena itu, lulusan STMM diminta tidak menggunakan kemampuan komunikasi dan teknologi untuk menyebarkan informasi palsu, memanipulasi publik, atau menimbulkan kerugian bagi pihak lain.

Prinsip human in the loop juga dinilai penting agar manusia tetap memegang kendali dan bertanggung jawab atas keputusan akhir dalam pemanfaatan AI.

Di sisi lain, Boni mendorong para lulusan melihat perkembangan AI sebagai peluang untuk menjadi talenta digital, inovator, maupun pendiri startup. Pemerintah memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital hingga 2030, sehingga peluang di sektor teknologi dinilai masih terbuka luas.

Ia juga mengajak lulusan memanfaatkan berbagai program Komdigi, termasuk Digital Talent Scholarship (DTS) dan AI Talent Factory (AITF). Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi serta mendorong pengembangan solusi AI yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengembangan solusi AI untuk mendukung pembelajaran di 178 Sekolah Rakyat pada 2026.

Boni menutup pesannya dengan mengingatkan bahwa wisuda merupakan awal perjalanan baru. Lulusan diharapkan terus belajar, berinovasi, serta mempertahankan integritas ketika memasuki dunia industri, inovasi, kebijakan, dan masyarakat.

About The Author