Siklus Penguatan Dolar: Apa Artinya bagi Trader

USD masih menjadi salah satu kekuatan utama penggerak pasar keuangan di seluruh dunia. Saat USD menguat, dampaknya jarang terbatas pada pasangan mata uang saja, melainkan juga pada komoditas, indeks pasar saham, pergerakan modal, dan selera risiko. 

Sebagai trader di Asia-Pasifik, pemahaman tentang sifat siklis kekuatan USD dapat membantu menemukan peluang trading di beberapa pasar CFD sekaligus. JustMarkets, platform trading CFD multiaset, memungkinkan trader di Asia-Pasifik untuk mengakses berbagai instrumen dalam satu sistem trading.

Apa yang mendorong penguatan dolar

Sebagai contoh, ada beberapa faktor yang berperan dalam menentukan nilai dolar.

  • Pertama, sikap Federal Reserve memainkan peran penting. Ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat dan suku bunga lebih tinggi cenderung meningkatkan permintaan dolar AS.
  • Kedua, aliran dana safe haven memainkan peran penting. Investor cenderung berinvestasi dalam dolar saat ketegangan geopolitik tinggi atau selera risiko turun.
  • Ketiga, selisih pertumbuhan penting. Persepsi bahwa ekonomi AS lebih sehat dibandingkan dengan negara lain bisa memicu ekspektasi sikap The Fed yang relatif lebih hawkish dibandingkan dengan sikap longgar bank sentral lainnya.

Mengapa trader di Asia-Pasifik memantau DXY

DXY adalah nama dari Indeks Dolar AS. Meskipun biasanya tidak digunakan untuk menghasilkan sinyal trading langsung, indeks ini memberi petunjuk perilaku USD secara keseluruhan.

Jika DXY menguat, biasanya terjadi peningkatan permintaan terhadap dolar. Ini bisa membuat pasangan seperti EUR/USD dan GBP/USD turun, USD/JPY naik, serta berdampak pada pasar komoditas. Penurunan indeks berpotensi memiliki efek sebaliknya.

Dampak pada pasangan mata uang mayor

Kekuatan dolar berdampak pada pasangan FX mayor. EUR/USD dan GBP/USD cenderung turun saat ada peningkatan permintaan terhadap dolar. USD/JPY bisa menguat jika penguatan dolar dipicu oleh imbal hasil AS yang kuat. Namun, aliran ke JPY karena faktor keamanan bisa membuat situasi lebih rumit.

Mata uang terkait komoditas juga mungkin bereaksi. Jika dolar menguat akibat kondisi risk-off, mata uang terkait komoditas dapat berada di bawah tekanan.

Dampak pada komoditas

Penguatan dolar bisa menekan komoditas karena sebagian besar komoditas internasional dihargai dalam dolar AS. Seiring menguatnya dolar, komoditas dapat menjadi relatif mahal bagi mereka yang membayar dengan mata uang asing.

Kontrak emas cenderung sangat rentan terhadap penguatan dolar dan suku bunga tinggi. Apresiasi dolar dan kenaikan suku bunga dapat memengaruhi harga emas, sedangkan depresiasi dolar dapat menguntungkan logam mulia ini.

Peluang CFD di berbagai pasar

Siklus dolar bisa menciptakan peluang trading CFD di pasar forex, komoditas, indeks, saham, dan kripto. Melalui JustMarkets, trader di Asia-Pasifik bisa memantau dan trading di pasar CFD dari satu platform, sehingga dapat membandingkan korelasi dan merespons perubahan. Misalnya, penguatan dolar serta penurunan emas dan indeks bisa mengindikasikan skenario risk-off secara umum.

Mengubah pergerakan USD menjadi wawasan pasar

Bagi trader di Asia-Pasifik, memantau DXY dan reaksi pasarnya dapat membantu menemukan peluang trading CFD lainnya. Terkadang beberapa petunjuk penting ditemukan saat ketiga kelompok pasar menunjukkan hal serupa.

Peringatan risiko: Trading CFD melibatkan tingkat risiko yang tinggi dan mungkin tidak cocok untuk semua investor. CFD adalah produk dengan leverage dan dapat menyebabkan kerugian finansial secara cepat.

About The Author