Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyatakan bahwa dirinya menganggap Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan Washington dan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam sebuah rapat umum di South Carolina, Jumat (21/8) waktu setempat.
Trump sebelumnya telah mengisyaratkan rencana untuk menjadikan jalur strategis tersebut sebagai wilayah AS setelah Amerika Serikat berhasil mengalahkan Iran. Pada kesempatan terbaru, ia kembali menegaskan pandangannya mengenai status Selat Hormuz.
“Saat ini saya menganggap Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika,” ujar Trump dalam acara yang digelar untuk mendukung kandidat Senat dari Partai Republik, Darline Graham.
Klaim tersebut muncul ketika ketegangan Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung. Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling strategis dalam konflik karena merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global. Sekitar seperlima minyak yang diperdagangkan melalui laut biasanya melewati kawasan tersebut.
Sebelumnya pada pertengahan Agustus, Trump telah mengatakan bahwa dirinya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat. Ia juga mengklaim Washington memiliki kendali penuh atas kawasan tersebut dan menyebut tidak ada kapal yang dapat melintas tanpa persetujuan Amerika.
Trump kemudian kembali menggunakan media sosial Truth Social untuk membagikan peta yang menggambarkan Selat Hormuz sebagai “wilayah baru AS”. Unggahan tersebut memperkuat pernyataan sebelumnya mengenai keinginannya mengubah status jalur perairan strategis itu.
Namun, klaim tersebut mendapat penolakan dari Iran. Teheran sebelumnya menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada dalam wilayah dan kendali Iran. Pejabat Iran juga menyebut pernyataan Trump tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Sementara itu, Wakil Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Vassily Nebenzia mempertanyakan bagaimana rencana Amerika Serikat untuk menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayahnya dapat diwujudkan berdasarkan hukum internasional.
Pernyataan Trump juga muncul ketika pembicaraan antara Washington dan Teheran masih menghadapi kebuntuan. Reuters melaporkan bahwa ketegangan kedua negara tetap tinggi menjelang pengumuman sanksi ekonomi baru Amerika Serikat terhadap Iran dan sejumlah mitra dagangnya. Pada saat yang sama, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih mengalami gangguan serius.
Sengketa mengenai Selat Hormuz memiliki konsekuensi lebih luas karena gangguan terhadap jalur tersebut dapat memengaruhi pasokan energi dan harga minyak dunia. Kondisi itu juga meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi serta stabilitas perdagangan internasional.
Sebelumnya, Trump telah menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan tekanan terhadap Iran, sementara Teheran tetap menolak tuntutan Washington terkait akses dan pengendalian jalur perairan tersebut.
Dengan kembali munculnya klaim Trump, status Selat Hormuz berpotensi menjadi salah satu isu utama dalam ketegangan AS-Iran. Perselisihan mengenai kendali jalur strategis tersebut tidak hanya menyangkut hubungan kedua negara, tetapi juga kebebasan navigasi, keamanan regional, serta kepentingan energi global.




